Selasa, 13 Oktober 2026

Breaking News

  • Bupati Afni Lepas Kontingen PORSENI IGTKI Siak ke Kuansing   ●   
  • BMKG: Hujan Lebat Disertai Petir Bakal Terjadi di Subagian Wilayah Riau Hari Ini   ●   
  • Tradisi Tepuk Tepung Tawar Warnai Sertijab Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi   ●   
  • Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit   ●   
Dampak Abrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti: Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Memimpin Langkah-Langkah Preventif
Selasa 30 Januari 2024, 14:39 WIB
👁108032
Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Kepulauan Meranti, Said Amri, S.Sos.

Selat Panjang, berazamcom -Said Amri, S.Sos., Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Meranti, telah mengungkapkan dampak serius abrasi terhadap sektor perikanan. Hilangnya ekosistem hutan mangrove sebagai penahan pesisir menyebabkan penurunan tangkapan ikan nelayan setempat setiap tahun. Dalam konteks ini, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2018 menjadi landasan bagi Dinas Perikanan dan Kelautan dalam memberikan alternatif berupa budidaya ikan pantai, dengan harapan ini dapat menjadi solusi mengatasi penurunan hasil tangkapan.

Amri juga menyoroti kurangnya tanaman bakau dan tanggul pantai di daerah, yang menjadi penyebab penguatan abrasi setiap tahunnya. Dalam upaya melawan dampak negatif ini, masyarakat dipanggil untuk menjaga hutan pesisir, terutama mangrove. Penebangan liar mangrove diimbangi dengan himbauan kepada para nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk ikut serta dalam pelestarian ekosistem ini.

Dalam langkah-langkah preventif, Dinas Perikanan dan Kelautan melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pemerintahan desa, agar menjaga ekosistem mangrove. Kerjasama antara dinas perikanan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi, dan dinas Provinsi Riau menjadi kunci dalam upaya penanaman kembali mangrove yang tergerus oleh abrasi pantai. Meskipun kewenangan sekarang berada di tingkat provinsi, Dinas Perikanan dan Kelautan Kepulauan Meranti tetap aktif mengusulkan program kegiatan penanaman mangrove di daerah-daerah yang terdampak abrasi.

Semua langkah ini diarahkan untuk melibatkan berbagai pihak dan mendukung pelestarian ekosistem pesisir guna menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan lokal.

 

 


Laporan: Nurul
Editor     : Yanto Budiman




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top