Teks foto : Ilustrasi TKA China datang ke Indonesia,(dok.net).Jakarta, berazam.com : Pengamat politik Fauzi Kadir SH MS memberikan tanggapan terhadap pernyataan Luhut Binsar Panjaitan atau LBP terkait keberadaan banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) China di sektor tambang Indonesia yang disebut sebagai kesalahan sendiri.
"Innalillahi wainnalillahi Rojiun. Buta mata dan buta hati, itu enggak lihat JIS yang dibangun Anies Gubernur DKI, mulai design sampai tukang tanam rumput putra asli Indonesia," ujar Fauzi yang merupakan mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta kepada Alvi Abidin dari berazamcom, Senin (26/2/2024).
"Pekak telinganya, hatinya, dan dasar otak batu. Pejabat kenapa tidak sayang sama rakyatnya," tegas Fauzi Kadir dalam komentarnya.
"Yang saya tahu, cina-cina di indonesia, yang top melarikan uang triliunan di kejar katanya, tapi tak ada yang dapat, masuk dana yang dilariikan ke Singapore, dan kenbali ke Indonesia, melalui pesisir, eeh tiba udah jadi toke besar dari Singapore dicium tangan oleh orang Melayu dan dihormati, lalu uang pelarian ribuan triliun itu, balek melalui pesisir. mereka sudah beli-beli kebun-kebun dan lain sebagainya. "apa ide besar Cina di indonesia? habisi hutan, izin hutan, gadai larikan uang umat di indonesia ?", pungkas Fauzi Kadir.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang terampil telah memicu peningkatan jumlah TKA asal China di sektor tambang dan proyek smelter di Tanah Air.urai pernyataan ini mengundang reaksi beragam dari berbagai pihak.
Seorang pengguna media sosial, Muhammad Assaewad dari Cyber Muslim Grup, memberikan respons terhadap pernyataan Luhut dengan meragukan klaim bahwa ini adalah kesalahan kebijakan Indonesia.
"Banyak TKA China di Indonesia yang Kerja pada Sektor Tambang, Luhut (bilang) Ini Kesalahan Kita," kata Assaewad dalam keterangannya di aplikasi X @Muhammad_Saewad (25/2/2024).
Assaewad menyoroti alasan di balik pernyataan Luhut dan mempertanyakan klaim bahwa hal ini merupakan kesalahan dari pihak Indonesia.
"Lah kok kesalahan kita?," tandasnya.
Perlu adanya langkah-langkah strategis dalam pengembangan SDM yang lebih baik agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri, sehingga tidak terlalu bergantung pada TKA asing.
Laporan: Alvi


