Kamis, 18 Juli 2024

Breaking News

  • Pj Gubri Lantik 3 Pejabat Eselon II Pemprov Riau, Ini Nama-namanya   ●   
  • CERI Minta KPPU Lakukan Audit Forensik Sistem Eproc di Kementerian ESDM   ●   
  • UIR Terima Bantuan Pendidikan Sebesar Rp145 Juta dari BTN Syariah   ●   
  • Siang Ini Pj Gubri Lantik 3 Kepala OPD Hasil Assesmen   ●   
  • Disperindag Ungkap Penyebab Minyakita Langka di Riau   ●   
Waspadai Takjil Berbahaya Selama Bulan Ramadhan!
Selasa 26 Maret 2024, 11:46 WIB
Ilustrasi

Jakarta, berazamcom - Takjil menjadi bagian favorit masyarakat di kala Ramadhan. Tapi, perlu waspada dengan takjil berbahaya yang dijual selama Bulan Ramadhan.

Menjelang dan selama bulan Ramadan, penjual makanan takjil merajalela di mana-mana, menyajikan beragam hidangan lezat untuk berbuka puasa.

Namun, dilansir dari laman resmi Universitas Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa lebih dari 10 persen makanan takjil mengandung bahan berbahaya.

Bahan-bahan berbahaya tersebut antara lain, seperti formalin, rhodamin B, boraks, dan methanil yellow, yang dapat mengancam kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Hasil pemeriksaan BPOM di Pasar Benhil, Jakarta Pusat, makanan dan minuman berbahaya diantaranya mie dan kerupuk yang berwarna mencolok mengandung boraks dan rhodamin B, juga cendol yang berwarna hijau mengandung pewarna tekstil.

"Selama Ramadan dan jelang Idul Fitri, terjadi tren peningkatan peredaran dan kebutuhan pangan. Dalam rangka mengawal keamanan pangan bagi masyarakat, BPOM melakukan intensifikasi pengawasan pangan," imbauan resmi BPOM RI melalui akun Instagram @BPOM_RI, Sabtu (23/3) seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Anda juga perlu mewaspadai takjil dengan kandungan berikut :

1. Rhodamin B

Konsumsi bahan-bahan berbahaya seperti rhodamin B dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati serta meningkatkan risiko kanker hati dan gagal ginjal.

2. Formalin

Sementara formalin, yang dikenal sebagai zat beracun, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulai dari gangguan pernafasan hingga risiko kanker mulut dan tenggorokan jika digunakan dalam jangka panjang.


3. Mengandung Methanil Yellow

MY atau Methanil Yellow merupakan bahan aditif, termasuk jenis bahan yang tidak boleh tercampur dalam makanan.


Jenis pewarna sintetis ini juga bisa beracun, dinilai banyak digunakan di dalam permen, kacang-kacangan, dan manisan.

4. Boraks

Boraks merupakan senyawa kimia yang biasa digunakan dalam produk non-pangan, seperti kertas, kayu, plastik.

Hal ini menyebabkan boraks menjadi berbahaya jika terkandung dalam makanan. Mengonsumsinya dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.

Ciri-ciri makanan mengandung boraks diantaranya bertekstur sangat kenyal dan tahan beberapa hari jika disimpan dalam suhu kamar.

Beberapa orang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan takjil berbahaya, terutama pada malam hari atau saat sahur.

Gangguan pencernaan berupa diare yang acapkali muncul di pagi hari, nyeri ulu hati juga menjadi keluhan orang yang sedang berpuasa.

Jadi, jangan asal membeli santapan takjil. Waspadai beragam jenis takjil yang dijual pada saat Ramadhan.(*)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top