Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Wow! Utang Kereta Cepat Jakarta -Bandung Rp 226,9 Miliar Per Bulan, Tenor 30 Tahun
Rabu 17 April 2024, 10:46 WIB
👁48721
Proyek kereta cepat Jakarta Bandung merupakan antara perusahaan negara Indonesia dan China (Instagram.com/keretacepat_id)

Jakarta, berazamcom - Proyek kereta cepat Jakarta Bandung merupakan antara perusahaan negara Indonesia dan China.

Pada 16 Oktober 2015, konsorsium BUMN dan konsorsium perusahaan kereta api Tiongkok membentuk perusahaan patungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

PT KCIC mencatat jika kereta cepat Jakarta Bandung ini sudah melayani sebanyak 1 juta penumpang selama 2 bulan.

Kereta cepat Jakarta Bandung yang dinamakan Whoosh sudah beroperasi sejak tanggal 2 Oktober 2023 lalu.

Kereta cepat tersebut diresmikan oleh Presiden Jokowi, dan menjadi kereta cepat pertama di Indonesia serta Asia Tenggara.

Seperti dilansir dari  Ayobandung.com, Anggota Komisi XI DPR, Anis Byarwati mengungkapkan jika proyek kereta cepat Jakarta Bandung membuat Indonesia berutang.

Anis mengingatkan jika utang plus bunga yang harus dibayar oleh pemerintah yaitu mencapai Rp226,9 miliar per bulan.

Angka tersebut setara dengan Rp8,5 triliun, dan dengan bunga sebesar 3,4% dan tenor sampai 30 tahun.

Tentu saja utang tersebut akan dibebankan ke pemerintah selanjutnya.

Namun pemerintah telah merevisi di mana APBN dapat dikucurkan untuk menyelamatkan proyek tersebut.

Utang kereta cepat akan dibebankan konsorsium KCIC, sebagai operator dan pemilik konsesi.

Konsorsium tersebut melibat sembilan perusahaan, dan empat BUMN di antaranya dari Indonesia, mulai dari Jasamarga, KAI, Wijaya Karya, dan Perkebunan Nusantara VIII.

Melalui sebuah rapat, Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo memperkirakan jika proyek kereta cepat Jakarta Bandung baru akan balik modal setelah 38 tahun.

Perkiraan tersebut berdasarkan perhitungan feasibility study, dan konsultasi KCIC.

Saat dilakukan audit secara menyeluruh, bahwa proyek kereta cepat Jakarta Bandung alami pembengkakan biaya sampai Rp18,02 triliun.

Jika ditotalkan, proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang berlangsung sejak tahun 2016 sampai kini mencapai Rp108,14 triliun.

Melalui keterangan resmi KCIC, pembiayaan proyek ini adalah 75% dari nilai proyek yang dibiayai China, dan 25% dari ekuitas konsorsium.

Itulah informasi mengenai utang kereta cepat Jakarta Bandung per bulan yang bisa mencapai Rp226,9 miliar per bulan. (*)






Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top