Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Ketua DPC PJS Kota Palembang Soroti Pembangunan Terminal Batubara Kramasan
Sabtu 18 Mei 2024, 19:28 WIB
👁69660
Suasana konsultasi publik penyusunan AMDAL pembangunan terminal bongkar Batubara PT Kailog di ruang Aula Kecamatan Kertapati

Palembang, berazamcom - Gemuruh pembangunan Terminal Bongkar Batubara Kramasan PT. KAILOG menggemparkan Palembang. Proyek raksasa ini bagaikan pisau bermata dua: di satu sisi, menjanjikan kemajuan ekonomi, di sisi lain, menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan.

Suheri, Ketua DPC PJS Kota Palembang, bagaikan penjaga gawang rakyat. Dia memberikan apresiasi atas rencana pembangunan Terminal Batubara Kramasan, namun tak lupa mengingatkan agar aspek lingkungan dipertimbangkan matang-matang.

"Studi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) wajib menjadi prioritas," tegas Suheri dengan penuh kewaspadaan, Kamis (16/05/2024).

Kekhawatiran Suheri bukan tanpa alasan. Konsultasi Publik Penyusunan Studi AMDAL Terminal Batubara Kramasan diwarnai dengan pertanyaan kritis dari para tokoh masyarakat. Marzuki dan Junaidi, perwakilan Kemang Agung, mempertanyakan mengapa proyek telah dikerjakan sebelum AMDAL rampung.

Firdaus Alim, aktivis lingkungan, mengingatkan pentingnya penegakan hukum dan keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL.

"AMDAL bukan sekadar formalitas, tapi penjaga kelestarian alam dan hak rakyat," seru Firdaus dengan penuh semangat.

Ahady Ramadhan, SHE KAI LOGISTIK, berusaha menenangkan keresahan masyarakat. Dia berjanji untuk melakukan tinjauan lapangan bersama pihak penilai perizinan AMDAL dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sum-Sel.

"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan AMDAL dan memastikan proyek ini aman dan ramah lingkungan," ungkap Ahady dengan penuh keyakinan.

Namun, keraguan masih terngiang di telinga. Kabid Tata Lingkungan DLH, Erlin, memastikan akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesesuaian proyek dengan aspirasi rakyat.

"Kami tidak akan tinggal diam jika ada pelanggaran," tegas Erlin dengan penuh tanggung jawab.

Terminal Batubara Kramasan, sebuah pertarungan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam. Bisakah keduanya berjalan seiring? Hanya waktu yang bisa menjawab.**




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top