Selasa, 13 Oktober 2026

Breaking News

  • Bupati Afni Lepas Kontingen PORSENI IGTKI Siak ke Kuansing   ●   
  • BMKG: Hujan Lebat Disertai Petir Bakal Terjadi di Subagian Wilayah Riau Hari Ini   ●   
  • Tradisi Tepuk Tepung Tawar Warnai Sertijab Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi   ●   
  • Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit   ●   
Tingkatkan PAD, Komisi III DPRD Riau Gelar Rapat Kerja Bersama PT PHR
Senin 10 November 2025, 23:01 WIB
👁40934
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri

 


Pekanbaru, berazamcom - Komisi III DPRD Provinsi Riau menggelar rapat kerja bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Senin (10/11/2025). Rapat yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau ini untuk membahas potensi pendapatan daerah serta Participating Interest (PI) 10 persen.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri didampingi anggota Komisi III, Abdullah, Imustiar, dan Sofyan. Turut hadir dalam rapat ini, General Manager PT PHR, Erwin Sianturi, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri mengatakan, pertemuan ini penting sebagai sarana menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait kondisi aktual yang tengah dihadapi PT PHR. Hal ini supaya dewan bisa menjelaskan kepada masyarakat kondisi yang sebenarnya.

Dalam pemaparan PT PHR dijelaskan, bahwa investasi yang dilakukan perusahaan berpengaruh langsung terhadap arus kas (cashflow). Adapun komposisi bagi hasil saat ini adalah 64 persen untuk PHR dan 36 persen untuk pemerintah, sesuai dengan ketentuan peraturan menteri. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, porsi 36 persen tersebut telah disalurkan ke kas negara.

Sementara itu, General Manager PT PHR, Erwin Sianturi menyampaikan, bahwa perusahaan menghadapi beban pajak yang cukup besar dan berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk meringankan beban operasional.

 ''Kita sangat bergantung pada pajak dan investasi. Banyak pajak yang harus ditanggung. Semoga ada keringanan untuk mengurangi beban operasi kita, karena besaran pajaknya sangat signifikan,'' kata Erwin.

Komisi III DPRD Provinsi Riau mendorong PT PHR agar memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, BUMD), serta SKK Migas dalam rangka optimalisasi pengelolaan wilayah kerja.

''Hari ini kita boleh negatif, tapi besok harus untung besar. Dalam pandangan umum, sulit dipahami apabila perusahaan sebesar PHR berada pada posisi minus,'' tegas Edi Basri. [Advertorial]

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top