Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Anggota DPR RI Karmila Sari Bongkar Rahasia Public Speaking di Unilak, Kunci Membangun Jaringan dan Percaya Diri
Jumat 21 November 2025, 17:43 WIB
👁58848

 

Pekanbaru, berazamcom -  Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKM-TD) tahun 2025 dengan mengusung tema inspiratif, "Mencetak Pemimpin Muda yang Visioner, Adaptif, dan Humanis." di Aula Pustaka Unilak pada hari Jumat (21/11/2025).

Acara menghadirkan beberapa narasumber termasuk, Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, yang menyampaikan mengenai Public Speaking.

Pada paparannya, Dr Karmila Sari menekankan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, melainkan sebuah instrumen strategis untuk menyampaikan apa yang diinginkan secara efektif. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan penyampaian pesan, membangun kepercayaan dan kredibilitas, serta mempengaruhi pemikiran dan tindakan audiens.

"Selain itu, public speaking juga berfungsi untuk menginspirasi dan memotivasi pendengar, serta memfasilitasi pemahaman konsep-konsep kompleks," jelas Karmila Sari.

"Bahwa keterampilan ini adalah sarana untuk membagikan pengalaman, yang pada gilirannya akan memperluas jaringan dan menambah sirkel bagi pembicara," tambahnya.

Anggota dewan dapil Riau 1 ini secara tegas menyatakan pentingnya penguasaan public speaking sebagai bekal mutlak. Keterampilan ini, menurutnya, adalah wujud keberanian dalam menyampaikan argumen akademis, sarana membangun percaya diri, bekal penting dalam kepemimpinan organisasi, hingga menjadi modal utama di dunia kerja.

Sambung, Karmila Sari menyentuh aspek teoritis dalam ilmu komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan public speaking. Ia mengulas kerangka klasik Aristoteles, yang terdiri dari Ethos (kredibilitas pembicara), Pathos (menggugah emosi audiens), dan Logos (logika atau fakta argumen).

Pembahasan berlanjut pada kiat praktis. Salah satunya adalah pentingnya membangun koneksi personal dengan audiens. "Pastikan setiap public speaking kita harus berinteraksi. Jangan keasyikan sendiri. Tentukan tujuan presentasi dan pastikan ada manfaatnya. Jika tidak, audiens akan merasa bosan dan menganggap apa yang disampaikan tidak penting," ujar Karmila.

Karmila juga menyoroti struktur konten penyampaian pesan yang efektif, dimulai dari poin utama yang didukung dengan supporting details. Diperlukan juga transisi yang mulus antar poin, penggunaan contoh relevan, dan diakhiri dengan penutup yang kuat yang biasanya ditutup dengan sesi tanya jawab. Penggunaan bahasa yang efektif, singkat, dan jelas yang disesuaikan dengan audiens menjadi kunci.

Aspek non-verbal, seperti body language, Karmila Sari menjelaskan bahwa gerakan, perpindahan posisi, dan postur tegak menunjukkan rasa percaya diri. Senyum dan kontak mata harus digunakan untuk mendukung pesan verbal, menyinkronkan gerakan dengan kata-kata agar lebih mudah dipahami.

Narasumber Karmila Sari menekankan pentingnya evaluasi dan feedback. Hal ini dilakukan dengan mengukur respons audiens dan melalui refleksi diri, seperti merekam presentasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Menyarankan peserta untuk memanfaatkan sumber belajar seperti kanal speech di YouTube. "Perbaikan konkret lebih efektif daripada sekadar perubahan gratis," tuturnya.

Pada sesi tanya jawab,i Nazla, mahasiswi Biologi, yang menanyakan strategi spesifik untuk menarik perhatian anak SD yang cenderung mudah teralihkan. Dr Karmila Sari menyampaikan bahwa public speaking untuk anak tidak harus formal, melainkan bisa melalui bernyanyi atau permainan yang mengandung pesan, intinya adalah agar pesan tersampaikan dengan efektif sesuai karakteristik audiens.

Sementara Rehan mahasiswa Prodi K3, menanyakan apakah public speaking hanya bisa dilakukan oleh orang ekstrovert dan meminta tips untuk mahasiswa introvert.
Karmila Sari menekankan bahwa setiap orang bisa mempelajarinya, termasuk melalui referensi di platform digital seperti YouTube.

Sementara itu, Tiara mempertanyakan alasan mengapa public speaking juga tentang mendengarkan, memahami audiens, dan membangun hubungan. Karmila Sari memberikan analogi sederhana: kegagalan menyebut nama audiens dengan benar dapat menghilangkan empati dan membuat audiens malas mendengarkan. "Hal ini menegaskan bahwa memahami audiens dan memberikan perhatian adalah kunci untuk efektivitas komunikasi," ucapnya.

Anggota DPR RI Karmila Sari menyoroti tantangan masa depan, termasuk tingginya angka pengangguran intelektual. Menekankan bahwa faktor pembeda bagi mahasiswa untuk memperoleh kesempatan kerja adalah memiliki poin khusus (keterampilan) dan yang paling vital adalah ketekunan (agility) serta etika (attitude).

"Strategi lebih mudah diajarkan jika attitude sudah oke," tegasnya. Berharap mahasiswa Unilak menjadi generasi cerdas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjaga etika dan ketekunan di tengah tekanan dan persaingan, termasuk tantangan dari perkembangan teknologi AI.

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top