Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Kondisi Waduk PLTA Koto Panjang Aman Terkendali, Warga Diminta Tenang
Kamis 18 Desember 2025, 10:55 WIB
👁34733

 

Kampar, berazamcom – Debit air yang masuk ke Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, tercatat lebih besar dibandingkan debit yang keluar pada Kamis pagi (18/12/2025). Kondisi tersebut mendorong kenaikan elevasi waduk, meski pengelola memastikan operasional pembangkit masih dalam batas aman.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, menyampaikan bahwa pemantauan pada pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di level 77,11 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka ini naik sekitar 9 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada hari yang sama, inflow waduk tercatat sebesar 495,34 meter kubik per detik, sementara outflow melalui turbin berada di angka 312,59 meter kubik per detik. Selisih debit tersebut menjadi faktor utama terjadinya kenaikan muka air waduk.

Sebagai perbandingan, pada Rabu pagi (17/12/2025), inflow dan outflow masih berada dalam kondisi seimbang, masing-masing sebesar 317,96 m³ per detik, dengan elevasi waduk di angka 77,02 mdpl.

Erikmon menjelaskan bahwa kenaikan elevasi ini masih tergolong normal dan belum mendekati ambang pengendalian kritis.

“Posisi elevasi masih jauh di bawah batas pembukaan spillway. Kondisi waduk dan pembangkit tetap aman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembukaan pintu pelimpah (spillway) hanya dilakukan apabila elevasi waduk melampaui 83,00 mdpl disertai inflow minimal 1.000 meter kubik per detik. Selain itu, mekanisme early release dapat diterapkan berdasarkan perhitungan teknis untuk mengantisipasi debit air berlebih.

Perhitungan early release mengacu pada prakiraan curah hujan dari BMKG serta evaluasi elevasi terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW). Spillway juga dapat dibuka apabila pembangkit tidak mampu beroperasi akibat gangguan peralatan atau ketika elevasi turun hingga 73,50 mdpl.

Manajemen PLTA Koto Panjang kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi terkait kondisi waduk.

“Kami terus memantau perkembangan dan akan menyampaikan informasi secara transparan jika ada perubahan signifikan,” tutup Erikmon.(*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top