Minggu, 30 Agustus 2026

Breaking News

  • Dr Karmila Sari Raih Penghargaan Legislator Peduli Pemerataan Pendidikan   ●   
  • Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat?   ●   
  • Tembus Wilayah Blankspot, Diskominfo Siak Hadirkan Akses Internet di Area Karhutla   ●   
  • Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control   ●   
  • Karhutla di Taman Nasional Zamrud Nyaris Sentuh Sumur Minyak BSP, Bupati Siak Bertahan hingga Dini Hari.   ●   
Awal 2026, Karhutla Riau Tembus 1.041 Ha
Senin 23 Februari 2026, 08:56 WIB
👁18038
Ilustrasi

 

Pekanbaru, berazamcom - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). 

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, ke 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar.

Lalu, Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Hektare," katanya, Minggu (22/2/2026).

Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 Ha Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha. Kemudian, Kota Pekanbaru 14,08 Ha, Kabupaten Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.

“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ,” ujarnya.

Namun, saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi. 

“Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya. 

Dalam upaya penanganan Karhutla, disebutkan Jim saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan juga pihak-pihak perusahaan.

“Apalagi saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Diharapkan penanganan Karhutla di Riau dapat lebih maksimal lagi,” harapnya. 

Sementara itu, untuk Pelaksanaan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau terus dilaksanakan. OMC masih dilaksanakan di daerah pesisir yakni Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Bengkalis. “OMC dilakukan di wilayah pesisir Riau. Total sudah 7 ton garam (NaCl) disemai,” katanya. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top