Kabut pagi masih menggantung tipis di langit Tenayan Raya. Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika suara cangkul mulai terdengar memecah kesunyian. Di sebuah jalan tanah berwarna kuning yang memanjang di tengah pemukiman warga, prajurit berseragam loreng bekerja berdampingan dengan masyarakat.
Ada yang mengangkut batu, ada yang meratakan tanah, sementara yang lain memadatkan jalan dengan alat sederhana. Peluh menetes di wajah mereka, jatuh ke tanah yang selama bertahun-tahun menjadi saksi kesulitan hidup warga di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru.
Di tempat inilah sebuah perubahan perlahan dimulai.
Selama bertahun-tahun, jalan tanah itu menjadi satu-satunya akses masyarakat menuju pasar, sekolah, dan pusat aktivitas ekonomi. Ketika kemarau tiba, debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan itu berubah menjadi lumpur pekat yang membuat kendaraan sulit bergerak.
Namun bagi warga, jalan itu tetap dilalui setiap hari.
Karena bagi mereka, jalan tersebut bukan sekadar jalan.
Ia adalah urat nadi kehidupan.
Kini, harapan itu datang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0301 Pekanbaru dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Menghadirkan Pembangunan dari Pinggiran
Di Indonesia, masih terdapat banyak wilayah yang masuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Wilayah-wilayah ini menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga infrastruktur dasar.
Meski berada di wilayah perkotaan, sejumlah kawasan di pinggiran Kota Pekanbaru juga masih merasakan keterbatasan pembangunan.
Saat ini Kota Pekanbaru memiliki 15 kecamatan dan 83 kelurahan. Pemekaran wilayah yang berlaku sejak akhir tahun 2020 bertujuan meningkatkan pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pinggiran.
Kecamatan Tenayan Raya menjadi salah satu kawasan yang kini merasakan langsung kehadiran pembangunan tersebut.
Program TMMD ke-127, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bergotong-royong membangun berbagai fasilitas di Kelurahan Tuah Negeri, Sialang Sakti, dan Sialang Rampai.
Selama 30 hari pelaksanaan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, sejumlah sasaran pembangunan berhasil dikerjakan.
Di antaranya pengerasan jalan sepanjang 1.801 meter, pembangunan empat titik box culvert, serta pembangunan empat unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari penyuluhan pertanian, kesehatan, wawasan kebangsaan, bela negara, hukum dan bahaya narkoba, peternakan, keluarga berencana, perikanan, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Program ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam sebuah upacara di Lapangan Kompleks Perkantoran Terpadu Tenayan Raya.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan.
“Program ini bukan hanya tentang membangun jalan atau infrastruktur,” ujarnya.
“TMMD juga tentang merajut kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa kita.”
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pinggiran kota.
Ketika Prajurit Turun ke Desa
Bagi prajurit TNI Angkatan Darat, TMMD bukan sekadar program pembangunan rutin.
Ia adalah bentuk pengabdian langsung kepada rakyat.
Komandan Kodim 0301 Pekanbaru sekaligus Dansatgas TMMD ke-127, Kolonel Inf Ikhsanuddin, SSos, MM, menegaskan bahwa TNI tidak pernah berhenti berkarya untuk bangsa.
“TNI Angkatan Darat selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, melalui TMMD, TNI ingin membantu mempercepat pembangunan di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa membangun manusia seutuhnya berarti membangun jiwa dan raganya. Karena itu TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nonfisik bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, unsur Forkopimda, prajurit TNI-Polri, serta masyarakat yang turut mendukung kegiatan tersebut.
“Karena TMMD adalah bukti bahwa kita bisa satukan langkah membangun negeri dari desa,” tegasnya.
Rumah Kecil yang Menghadirkan Kebahagiaan
Di sudut Kelurahan Tuah Negeri, sebuah rumah kecil kini berdiri lebih kokoh dibanding sebelumnya.
Rumah itu milik Ibu Sarianis, seorang ibu yang selama bertahun-tahun berjuang membesarkan anak-anaknya seorang diri.
Sebelum rumahnya diperbaiki melalui program TMMD, ia tinggal di rumah sederhana yang dibangun dengan tangannya sendiri.
“Saya pasang sendiri dindingnya, Pak,” katanya dengan suara pelan.
“Atapnya juga saya usahakan sendiri, sedikit-sedikit saya bangun.”
Untuk menghidupi keluarganya, Sarianis bekerja membuat batu bata.
Pagi hingga malam ia bekerja keras demi memastikan anak-anaknya tetap bisa bersekolah.
“Saya kerja siang malam buat batu bata,” ujarnya.
Anaknya akhirnya berhasil menyelesaikan sekolah hingga SMA dan kini bekerja membantu kehidupan keluarganya.
Namun saat rumahnya direnovasi melalui program TMMD, Sarianis tidak mampu menahan haru.
Air mata mengalir di wajahnya saat melihat rumah itu selesai dibangun.
“Sampai mati pun saya tidak pernah membayangkan punya rumah seperti ini,” katanya lirih.
“Sekarang saya bahagia sekali, Pak.”
Rumah kecil itu mungkin tidak mewah.
Namun bagi Sarianis, rumah itu adalah tempat berlindung yang penuh harapan.

Teks: Salah satu RTLH Ibu Sarianis
Air Bersih untuk Kehidupan
TMMD ke-127 juga menghadirkan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yaitu TNI Manunggal Air Bersih.
Melalui program ini, prajurit TNI membangun lima titik sumur bor di wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Air yang mengalir dari sumur-sumur tersebut kini menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat.
Anak-anak tidak lagi harus berjalan jauh untuk mengambil air.
Ibu-ibu pun lebih mudah memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Bagi masyarakat setempat, air bersih itu lebih dari sekadar kebutuhan.
Ia adalah harapan baru bagi kehidupan yang lebih sehat.

Teks: Program tambahan TMMD ke-127, Sumur Bor bagi warga setempat.
Membangun Generasi Masa Depan
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga memberikan perhatian besar pada pembangunan manusia.
Berbagai penyuluhan diberikan kepada masyarakat, mulai dari kesehatan, bahaya narkoba, ketahanan pangan, hingga wawasan kebangsaan.
TNI Angkatan Darat juga turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.
Para prajurit bertekad memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi penerus bangsa.
Bagi TNI, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya.
Jalan yang Menghubungkan Masa Depan
Pada penutupan TMMD ke-127, Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menyampaikan bahwa seluruh sasaran program berhasil diselesaikan tepat waktu.
Menurutnya, pembangunan jalan melalui TMMD tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pertahanan wilayah.
“Jalan ini juga bisa menjadi jalan pendekat bagi pasukan maupun jalur distribusi logistik apabila diperlukan,” ujarnya.
Namun yang paling penting, jalan tersebut kini telah membuka akses baru bagi kehidupan masyarakat.

Teks: Penutupan TMMD ke-127 Kodim 0301 Pekanbaru
Pengabdian yang Tak Pernah Berhenti
Apa yang dilakukan para prajurit melalui TMMD mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan bangsa.
Namun setiap jalan yang dibuka, setiap rumah yang dibangun, dan setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah adalah bukti pengabdian yang tulus.
Para prajurit yang terlibat dalam TMMD memiliki satu tekad yang sama.
Mereka ingin hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Sebagai institusi yang lahir dari rahim rakyat, TNI Angkatan Darat akan terus menjaga dan melindungi setiap jengkal tanah air Indonesia.
Dan di Tenayan Raya, jalan yang dulu penuh debu dan lumpur itu kini berubah menjadi jalan harapan.
Jalan yang menghubungkan mimpi masyarakat dengan masa depan yang lebih terang.
Bzam05


