Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Optimalkan Kekuatan Udara, Lima Heli Siaga Penuh Dalam Penanganan Karhutla di Riau
Kamis 09 April 2026, 11:16 WIB
👁15441

 

Pekanbaru, berazamcom – Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau melalui penguatan armada udara. Langkah ini dinilai strategis dalam mempercepat deteksi dini sekaligus pemadaman titik api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Saat ini, total lima unit helikopter disiagakan untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla di Riau. Dari jumlah tersebut, dua unit difokuskan untuk water bombing atau pemadaman dari udara, sementara tiga unit lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau perkembangan titik panas secara real time.

Selain dukungan helikopter, pemerintah juga mengerahkan dua unit pesawat jenis Cassa dalam operasi modifikasi cuaca (OMC). Upaya ini dilakukan untuk membantu menciptakan hujan buatan di wilayah rawan karhutla, sebagai langkah antisipatif agar kebakaran tidak meluas.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, mengatakan bahwa kekuatan udara menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang.

“Dengan dukungan armada udara yang ada saat ini, baik helikopter patroli maupun water bombing, serta pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, kita dapat melakukan pemantauan dan penanganan secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Edy.

Ia menambahkan, patroli udara yang dilakukan secara rutin memungkinkan tim di lapangan segera merespons setiap indikasi titik api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Sinergi antara patroli udara, pemadaman melalui water bombing, dan operasi modifikasi cuaca menjadi kekuatan utama kita saat ini dalam menjaga agar karhutla tetap terkendali,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengirimkan tambahan satu unit helikopter water bombing jenis MI-8 yang tiba di Pekanbaru pada Selasa (7/4/2026). Helikopter ini langsung dioperasikan untuk mendukung pemadaman di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Dengan dukungan armada udara yang semakin lengkap dan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis penanganan karhutla di Riau dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan terkendali. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top