Selasa, 28 Juli 2026

Breaking News

  • BI Sebut Ekonomi Riau Tumbuh 4,89 Persen di Triwulan I 2026   ●   
  • Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50   ●   
  • Pemkab Siak Tangani 152,3 Km Jalan Rusak, Gandeng Perusahaan Lewat Program CSR   ●   
  • Wabup Misharti Lantik 35 Pejabat Dilingkungan Pemkab Kampar   ●   
  • Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi, Pemkab Genjot Kemudahan Perizinan dan Insentif Investor   ●   
BI Sebut Ekonomi Riau Tumbuh 4,89 Persen di Triwulan I 2026
Selasa 28 Juli 2026, 11:51 WIB
👁2615

 

Pekanbaru, berazamcom - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau menyatakan pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan I 2026 tetap terjaga di tengah berbagai tantangan. Ekonomi Riau tumbuh 4,89 persen (year on year/yoy) dengan inflasi yang tetap terkendali, didukung potensi sumber daya alam, bonus demografi, serta perkembangan transaksi digital yang terus meningkat.

Hal tersebut terungkap dalam acara kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Triwulan I 2026 yang di gelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau di Aula Lancang Kuning BI, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang  dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D  yang membawahi bidang perekonomian dan pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tersebut sebagai upaya menyampaikan perkembangan kondisi ekonomi daerah kepada para pemangku kepentingan. 

Dalam pemaparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad menjelaskan  berbagai capaian serta tantangan perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa Riau masih menjadi salah satu daerah penopang utama perekonomian di Pulau Sumatera.

Menurut Panji, Riau memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari migas hingga pulp and paper. Namun, Riau dikatakan masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 

"Kita, Riau, salah satu pendukung ekonomi di Sumatera. Kita daerah yang kaya, tapi defisit pangan. Jadi bergantung pada beberapa daerah lain untuk pangan, dan saat daerah yang menjadi pemasok mengalami permasalahan, kita juga kesusahan, seperti saat terjadi bencana alam di provinsi tetangga," ujar Panji Achmad 

Selain potensi sumber daya, Panji juga menyoroti bonus demografi yang dimiliki Provinsi Riau. Dengan posisi yang strategis, sekitar 70 persen penduduk Riau berada pada usia produktif sehingga menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari sisi stabilitas ekonomi, Panji menyampaikan bahwa laju inflasi di Provinsi Riau masih berada dalam rentang yang terkendali. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 4,89 persen secara year on year (yoy), meskipun sedikit melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,9 persen.

"Dengan posisi strategis, 70 persen penduduk kita produktif. Dari sisi inflasi kita dalam rentang yang baik, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,89 persen (yoy), meski masih melandai dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,9 persen," kata Panji.

Dalam kesempatan tersebut, Panji juga mengungkapkan bahwa transaksi tunai di Provinsi Riau masih menunjukkan tren yang kuat. Hal itu tercermin dari jumlah uang yang keluar dari brankas Bank Indonesia lebih besar dibandingkan uang yang kembali masuk.

Meski demikian, perkembangan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Panji menjelaskan bahwa penggunaan QRIS terus meningkat, namun dari sisi nominal transaksi masih berada di bawah transaksi tunai karena adanya batas maksimal nilai transaksi.

"Transaksi tunai di Riau masih kuat. Artinya dari brankas lebih banyak keluar daripada masuk. Bukan berarti digital tidak berkembang, QRIS sangat berkembang pesat. Nilai transaksinya memang tidak sebesar tunai. QRIS maksimal Rp10 juta, sedangkan transaksi tunai bisa lebih besar," jelas Panji.

Melalui kegiatan diseminasi ini, Bank Indonesia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi perekonomian Provinsi Riau. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Riau. (*)

 

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top