Sabtu, 1 Agustus 2026

Breaking News

  • Kapolda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Sasar 17 Desa di Wilayah 3T   ●   
  • Tim Advokat Muhammad Farhan Sukses Ringankan Hukuman Klien Kasus MSKB Siak di PN Pekanbaru   ●   
  • Afni Ajak Warga Rawat Pohon, 5.050 Bibit Ditanam di Jalur Mempura-Dayun   ●   
  • Revitalisasi Pasar Bawah Tak Kunjung Rampung, Wako Pekanbaru Ancam Putus Kontrak Pengelola   ●   
  • Majelis Hakin Vonis Gubri Non Aktif Abdul Wahid 2 Tahun Penjara   ●   
Kapolda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Sasar 17 Desa di Wilayah 3T
Sabtu 01 Agustus 2026, 20:27 WIB
👁2757
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026). 

PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan yang digelar di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

Ekspedisi tersebut akan menjangkau 17 desa di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau mengatakan program tersebut merupakan implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar negara hadir hingga ke wilayah paling luar Indonesia.

Menurutnya, Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena memiliki wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan terluar yang menjadi bagian penting dari kedaulatan negara.

"Kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dengan mendengar aspirasi masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata," ujar Irjen Herry.

Ia menegaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata kehadiran negara di wilayah terluar dengan mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat," katanya.

Usung Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Lingkungan

Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan", Kapolda menyebut ekspedisi ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ia menginstruksikan seluruh personel agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan, serta hadir lebih awal untuk membantu penyelesaiannya.

Kapolda juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui implementasi program Green Policing, salah satunya dengan melakukan restorasi hutan mangrove di kawasan pesisir Riau yang menghadapi ancaman abrasi.

Menurutnya, pelestarian mangrove memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai sekaligus mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Pesan Bapak Presiden sangat jelas, ketika pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi hari ini dan masa depan," ujarnya.

Kapolda berharap ekspedisi tersebut mampu mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan wilayah terluar, serta membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan, menjaga kehormatan institusi, dan menjadi representasi Polri yang melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.

Tujuh Program Utama

Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto mengatakan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan agar pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran.

Kegiatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di kawasan 3T yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Menurut Ino, setiap tim akan melaksanakan tujuh kegiatan utama, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting, penyerahan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, dialog bersama masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi," ujar Ino.(rls)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top