Rabu, 2 September 2026

Breaking News

  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
  • Lantik 83 Pejabat Dilingkungan Pemkab Siak, Bupati Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja   ●   
  • Inflasi Riau Agustus 2026 Capai 3,27 Persen, Emas hingga Daging Ayam Jadi Pemicu   ●   
  • Pemko Pekanbaru Perpanjang Program Hapus Denda Pajak Hingga 30 September   ●   
  • Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat   ●   
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik
Rabu 02 September 2026, 09:46 WIB
👁3198
Ilustrasi

 

Pekanbaru, berazamcom - Sebanyak 1.310 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Rabu (2/9/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 26 titik yang tersebar di tujuh kabupaten.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Angun, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 765 titik.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1.310 titik," kata Angun, Rabu (2/9/2026).

Selain Sumatera Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi juga terpantau di Bangka Belitung sebanyak 249 titik dan Lampung 103 titik. Sementara Aceh tercatat 55 titik, Jambi 38 titik, Sumatera Utara 35 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Sumatera Barat dan Bengkulu masing-masing 5 titik.

Untuk Riau, BMKG mencatat sebanyak 26 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau, yakni enam titik. Selanjutnya Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing terpantau empat titik.

Sementara Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan masing-masing menyumbang tiga titik panas. Adapun Rokan Hulu terpantau dua titik.

"Untuk wilayah Riau, terdeteksi sebanyak 26 titik panas yang tersebar di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu," ujar Angun.

Rincian hotspot di Riau tersebut meliputi Rokan Hulu dua titik, Rokan Hilir empat titik, Bengkalis enam titik, Kuantan Singingi tiga titik, Pelalawan tiga titik, Indragiri Hilir empat titik dan Indragiri Hulu empat titik.

Munculnya puluhan hotspot di Riau menjadi perhatian di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengancam sejumlah wilayah. Pemantauan titik panas diperlukan sebagai langkah awal untuk mendeteksi potensi kebakaran dan mempercepat upaya penanganan di lapangan.

Secara regional, tingginya jumlah hotspot di Sumatera juga didominasi wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla di kawasan Sumatera perlu terus ditingkatkan.(*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top