Pekanbaru, berazamcom - Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga Rabu (7/10/2026).
Pantauan Tribunpekanbaru.com di kawasan Panam Pekanbaru, jarak pandang terbatas akibat kabut asap.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di wilayah Pekanbaru menyentuh angka 231.4 µg/m3 pada pukul 05.00 WIB.
Pada dini hari justru lebih pekat dengan konsentrasi partikulat halus mecapai 263 µg/m3 dengan kategori kualitas udara berbahaya.
Sejak Selasa (6/10/2026), Pemko Pekanbaru sudah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD hingga SMP.
PJJ ini masih akan berlangsug hingga hari ini Rabu (7/10/2026).
Sebelumnya, Satuan Tugas atau Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin memastikan tidak ada lagi titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Seluruh titik karhutla yang sebelumnya terpantau di sejumlah wilayah telah berhasil dipadamkan. Kondisi tersebut juga didukung hujan yang mulai turun hampir merata di wilayah Riau.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, saat ini kondisi karhutla di Riau sudah nihil.
“Riau saat ini sudah zero Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Meski tidak lagi ditemukan titik api, kabut asap masih terpantau di sejumlah wilayah Riau.
Berdasarkan pemantauan satelit Sipongi, Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA-20, titik api masih ditemukan di sejumlah provinsi lain, di antaranya Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan.
Asap dari wilayah tersebut diduga terbawa hingga ke Riau.
“Untuk Riau nihil titik api. Sementara di Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan masih terpantau adanya titik api. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab adanya asap kiriman ke wilayah Riau,” jelasnya. ***


