Sabtu, 24 Oktober 2026

Breaking News

  • Kepala BNPB Pastikan Tak Ada Titik Api di Riau, di Sumsel-Jambi Bertambah   ●   
  • Ribuan Santri Penuhi Rumah Rakyat, Bupati Afni Berbaur dalam Semarak HSN 2026   ●   
  • Borong Prestasi di Final Kreasi! Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Medali Emas hingga Penghargaan Khusus   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat Baru di Linkungan Pemkab Siak   ●   
  • Picu Kemacetan, Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Di Pekanbaru Atur Antrean Kendaraan Pembeli Solar   ●   
Kepala BNPB Pastikan Tak Ada Titik Api di Riau, di Sumsel-Jambi Bertambah
Sabtu 24 Oktober 2026, 12:07 WIB
👁2774
Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

 

Jakarta, berazamcom - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sudah tidak ada lagi titik api yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. 
Kristomei menyebutkan, dengan demikian, saat ini masih ada lima provinsi yang jadi fokus penanganan karhutla di Indonesia. 

"Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari lima provinsi prioritas, awalnya enam provinsi. Tapi di Riau sudah kami keluarkan, karena di Riau tidak ada pemunculan titik api lagi. Sehingga ada lima provinsi prioritas hari ini Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat," ujar Kristomei dalam sesi tertutup Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Namun, Kristomei menyampaikan, titik api di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) justru bertambah. Perwira TNI berpangkat letnan jenderal ini mengeklaim kenaikan titik api di 2 provinsi tersebut tidak signifikan. 

"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Kami kemarin beserta Kepala Staf Angkatan Darat, Ketua BMKG, BPGMN, kami mengunjungi Sumsel dan Kalteng, Kalsel untuk melihat langsung bagaimana operasi penanganan karhutla ini di lapangan," tuturnya seperti dilansir dari kompas.com. 

Kemudian, terkait semai dry ice ke wilayah karhutla, kata Kristomei, sejak 20 Oktober 2026, pihaknya sudah melakukan penyemaian sebesar 3.900 kg dengan menggunakan 5 sorti. 

"Kemudian di Sumatera Selatan ada 800 kg 1 sorti, Bapak. Sehingga ada penurunan PM, PM 2,5 turun. Kemudian jarak pandang atau visibility dari di Palembang saya bisa dari 700 meter menjadi 7.000 meter," kata Kristomei. 

Sementara itu, Kristomei menyebut masyarakat turut mendukung adanya Batalyon Teritorial Pembangunan karena sangat membantu dalam penanganan karhutla. 

"Kami mengucapkan terima kasih, Bapak, atas dedikasi prajurit TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api yang ada di lapangan, mereka terus bekerja keras. Dan laporan dari beberapa pemerintah daerah sangat mendukung adanya batalion teritorial pembangunan sangat terbantu, karena mereka lah yang bisa kita kerahkan secara cepat dan militan di lapangan," ujar dia. (*) 

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top