Rabu, 05 08 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Di Inhu, Sudah Ratusan Situs Cagar Budaya Yang Terdata

Sabtu, 14-12-2019 - 19:14:43 WIB

 
Rumah Tinggi di Rengat yang kini menjadi museum


TERKAIT:
 
  • Di Inhu, Sudah Ratusan Situs Cagar Budaya Yang Terdata
  •  

    SEJAUH ini baru sekitar 107 situs cagar budaya yang terdata, baik cagar budaya tidak bergerak, benda budaya, bangunan budaya serta cagar budaya religius.

    Hal ini memperkuat bukti jika sejarah Kesultanan Indragiri miliki peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan diwilayahnya.

    "Diperkirakan masih banyak lagi cagar budaya lain di Inhu yang belum terdata, tapi tetap kita kumpulkan," kata Koordinator Juru Pelihara Situs Cagar Budaya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau di Kabupaten Inhu, Saharan Sepur kepada berazam.com,  Sabtu (14/12/2019).

    Dikatakan pria kelahiran Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat yang dikenal ramah dan bermasyarakat itu, dahulunya wilayah Inhu mencakup tiga Kabupaten, yakni Inhil, Inhu dan Kuantan Singingi (Kuansing).

    Namun karena pemekaran, maka Inhu dipecah menjadi dua bagian, yakni Inhil dan Inhu, kemudian kembali dipecah menjadi tiga Kabupaten yakni Kuansing.

    Di Inhu, ratusan tahun silam diwilayah Inhu berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kesultanan Indragiri yang memiliki istana disekitar Danau Raja Rengat. Karena sebuah kerajaan, tentu banyak peninggalan sejarah dan menjadi situs cagar budaya dan hal ini dibuktikan dengan ratusan situs cagar budaya yang tersebar diseluruh wilayah Inhu.

    Misalnya, kawasan cagar budaya komplek makam raja-raja Indragiri di Desa Kota Lama dan Desa Japura Kecamatan Lirik.

    Salah satu makam di komplek pemakaman raja-raja Indragiri di Desa Kota Lama

    Selain itu, juga ada bangunan cagar budaya yang masih bisa dijumpai sekarang ini, diantaranya, istana Menteri Kerajaan Indragiri atau yang biasa disebut warga Rengat dengan sebutan Rumah Tinggi.

    Bangunan ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik dipinggir jalan Hang Lekir, Kelurahan Kampung Besar Kota (Kambesko) kota Rengat yang saat ini difungsikan sebagai museum daerah.

    Ada juga beberapa bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh sampai sekarang, seperti wisma Embun Bunga di Rengat, Masjid Raya Pauh Ranap Kecamatan Peranap, rumah dinas Dandim 0302 Inhu, rumah dinas Wakil Bupati Inhu dan batu miring pelabuhan kota Rengat yang menjadi saksi bisu serangan kolonial Belanda ketika Agresi II puluhan tahun silam.

    "Semua bangunan itu merupakan peninggalan kolonial Belanda dan sampai sekarang masih ada dan kokoh," ucap pria paruh baya itu.

    Batu Lumpang, temuan artevak di Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal

    Kemudian benda cagar budaya yakni meriam kerajaan Indragiri yang masih disimpan di Rumah Tinggi serta bangunan cagar religius peninggalan Hindu Budha yakni kelenteng atau Vihara Paramitha Rengat.

    Kemudian, beberapa bulan lalu, pihaknya menemukan artefak baru, yanki situs Batu Lumpang (lesung) warisan sejarah Megalitichum di Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Bangsal.
    Menurut informasi, Rantau Langsat adalah salah satu kampung peradaban Megalitik.
    Berdasarkan hasil survey di sepanjang aliran sungai Gansal hingga ke Tuah Datai, banyak ditemukan batu batu besar yang memiliki nilai sejarah.
    Salah satunya adalah Batu Lumpang, masyarakat setempat menyebutnya Batu Tobat.

    Cagar budaya yang ada sekarang ini baru bisa dilakukan inventarisasi untuk bisa ditetapkan harus berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Inhu kemudian dipertegas dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang cagar budaya.
    Mudah-mudahan dalam waktu dekat, DPRD Inhu dapat membahas dan mengesyahkan Perda tersebut (adv Diskominfo Inhu)



     
    Berita Lainnya :
  • Di Inhu, Sudah Ratusan Situs Cagar Budaya Yang Terdata
  •  

    Komentar Anda :