Rabu, 03 Juni 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Belum Tuntas Covid-19, KPBD Inhu Bersiap Untuk Penanganan Banjir

Kamis, 07-05-2020 - 08:22:59 WIB

 
Kepala KPBD Inhu Ergusfian pimpin rapat penanggulangan banjir dikantor KPBD Inhu Rabu 6 Mei 2020


TERKAIT:
 
  • Belum Tuntas Covid-19, KPBD Inhu Bersiap Untuk Penanganan Banjir
  •  

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) nampaknya akan bekerja ekstra, wabah Corona Virus Disease (Covid-19) belum hilang dari bumi Lancang Kuning, khususnya Inhu, kini bencana banjir dampak luapan air sungai Indragiri juga menjadi ancaman bagi masyarakat Inhu yang bermukim di daerah rawan banjir, terutama sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.

    Pasalnya, sejak beberapa hari belakangan intensitas hujan didaerah hulu sungai, mulai dari wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) maupun wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ditambah lokal wilayah Inhu, seperti Kecamatan Peranap, Rakit Kulim, Sungai Lala, Pasir Penyu, Rengat Barat bahkan Rengat dan Kuala Cenaku membuat debit air sungai Indragiri bertambah.

    "Puncak kedalaman air sungai Indragiri tertinggi terjadi pada hari Senin 4 Mei 2020 kemaren dengan kedalaman mencapai 6,58 meter dari dasar sungai," kata Kepala KPBD Inhu, Ergusfian, S.Sos diruang kerjanya Rabu 6 Mei 2020.

    Lebih jelas dikatakan, kedalaman air sungai Indragiri ini dapat dilihat dari meteran pengukur debit air sungai yang ada didepan Posko Bersama Penanggulangan Bencana KPBD Inhu yang berada di kota Rengat.

    Ada tiga standar acuan bagi KPBD Inhu dalam menentukan kesiagaan untuk penanggulangan bencana banjir yang berpedoman pada debit air sungai.
    Yakni siaga 3 dengan kedalaman air sungai mulai dari 6,40 meter sampai 6,70 meter.
    Siaga 2 dengan kedalaman air sungai 6,70 meter sampai 7,00 meter.
    Siaga 1 atau siaga penuh, kedalaman air sungai diatas 7,00 meter.

    Jika pada alat pengukur debit air sudah lebih dari 7,00 meter, maka dapat dipastikan sebagian wilayah Inhu, terutama sepanjang DAS Indragiri sudah mulai terendam banjir.
    Pada situasi siaga penuh atau siaga 1, barulah KPBD membangun tenda penampungan untuk pengungsi, dapur umur serta pelayanan kesehatan korban banjir.
    "Alhamdulillah, hingga Rabu 6 Mei 2020, kedalaman air sungai Indragiri telah surut dengan kedalaman 6,44 meter atau masuk kedalam kategori siaga 3, mudah-mudahan air sungai tidak bertambah lagi, namun kita terus melakukan patroli dan pemantauan pada titik rawan banjir," harapnya.

    Diungkapkan Kalaksa, berdasarkan pantauan terakhir, mulai dari wilayah Kecamatan Peranap hingga Rengat, air sungai yang sempat meluber sudah mulai surut, dengan demikian kekhawatiran datangnya banjir tidak terlalu dicemaskan.
    Namun untuk wilayah Kuala Cenaku, memang dengan kondisi sekarang ini, luapan air sungai lambat untuk surut, sebab wilayah Kuala Cenaku sudah masuk dalam daerah aliran pasang surut karena sudah dekat dengan muara sungai diwilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

    KPBD Inhu temasuk dalam salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) garda terdepan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 diwilayah Kabupaten Inhu yang sudah pasti sangat sibuk dengan bencana wabah virus mematikan ini, namun berbagai tugas kemanusiaan tetap dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas sesuai tugas dan fungsinya.

    Pengabdian yang luar biasa ini tidak terlepas dari kegigihan Bupati Inhu, H Yopi Arianto, SE dalam memberikan motivasi serta disiplin ketika bertugas pada seluruh OPD, terutama OPD yang menyangkut dengan kepentingan masyarakat atau layanan publik, seperti KPBD Inhu.

    "Sekarang ini kita semata-mata tidak hanya fokus dengan penanganan Covid-19 di Inhu, tapi sebagai OPD yang miliki tugas pokok penanggulangan bencana, maka tugas-tugas kemanusiaan lainnya tetap kita jalankan," katanya.

    Ada beberapa tugas kemanusiaan yang telah dilakukan KPBD Inhu semenjak pemerintah menetapkan wabah virus corona ini sebagai pandemi dan darurat bencana non alam.
    Diawali pada akhir bulan Januari lalu, terjadi musibah tenggelamnya 4 pelajar Sekolah Dasar (SD) disungai Indragiri wilayah Air Molek  Kecamatan Pasir Penyu.

    Puluhan personel dikerahkan untuk mencari korban tenggelam dan sejumlah peralatan tugas seperti speedboat serta perahu karet juga diturunkan.
    Bahkan puluhan personel harus mendirikan tenda untuk beristirahat, karena saat pencarian personel harus tetap dilokasi.

    "Saat itu kita lakukan pencarian selama lebih kurang tiga hari empat malam, setelah semua korban ditemukan dan dievakuasi, personel ditarik lagi ke markas," ucap Kalaksa yang akrab disapa bang Yan ini.

    Selang beberapa hari setelah musibah di Air Molek, terjadi lagi kejadian serupa di desa Kuantan Tenang Kecamatan Rakit Kulim, kemudian baru-baru ini terjadi lagi korban tenggelam di Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat Barat.

    Untuk korban tenggelam, KPBD Inhu bersama pihak Kepolisian, TNI, Ormas dan masyarakat setempat melakukan mengoptimalkan pencarian sekaligus evakuasi korban hingga tuntas, artinya sampai korban ditemukan dan diserahkan pada pihak keluarga.

    Bahkan, Rabu 6 Mei 2020 KPBD Inhu mendapatkan laporan jika ada salah seorang warga tenggelam di wilayah Desa Pematang Benteng Kecamatan Batang Peranap yang tenggelam di sungai sekitar pukul 09.30 WIB.
    KPBD Inhu telah menurunkan tim untuk mencari dan mengevakuasi warga yang tenggelam tersebut.

    "Sampai Rabu sore korban belum juga ditemukan, biasanya pencarian korban tenggelam disungai memakan waktu dua hingga tiga hari dan kita tetap mencari sampai ditemukan," kata bang Yan.

    Selain pencarian korban tenggelam, KPBD juga melakukan tugas kemanusiaan lainnya seperti pemadam kebakaran, baik rumah masyarakat, Kantor pemerintah atau swasta serta lainnya.

    Mengenai penanganan Covid-19, KPBD Inhu selaku sekretariat pada gugus tugas telah menyelesaikan penyusunan Surat Keputusan (SK) Bupati Inhu no kpts.183/III/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam akibat virus corona di Inhu tahun 2020 dan Surat Keputusan (SK) Bupati Inhu no kpts.184/III/2020 tentang  pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Inhu sesuai dengan amanat Keputusan Presiden no 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

    Kemudian SK Bupati Inhu tersebut disempurnakan setelah keluarnya edaran menteri dalam negeri no 440/2622/SJ tanggal 29 Maret 2020 tentang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah.

    Disamping itu, akhir Februari lalu KPBD Inhu juga ikut serta bersama Polri, TNI, Satpol PP Inhu serta pihak lain dengan mengerahkan seluruh personel atau Satuan Petugas (Satgas) dalam penyemprotan disinfektan diseluruh pasar rakyat yang ada di Inhu, seperti pasar rakyat Rengat, pasar rakyat Soegih Belilas serta pasar rakyat yang ada pada 14 Kecamatan di Inhu.
    Saat itu, KPBD Inhu juga menurunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran serta peralatan tugas lainnya.


    Satgas KPBD Inhu mencari korban tenggelam di sungai Kecamatan Batang Peranap, Rabu 6 Mei 2020 sore

    Untuk masing-masing Kecamatan, KPBD Inhu mengintruksikan kepada Satgas Kecamatan wajib ikut dan terlibat dalam kegiatan penanganan Covid-19 bersama Upika, sebab Satgas KPBD Inhu juga ada diseluruh Kecamatan Inhu.

    Jauh sebelum merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya Riau, KPBD Inhu telah mendirikan posko bersama penanggulangan bencana, posko ini berada di jalan A Yani kota Rengat.
    Setiap hari KPBD Inhu menyiagakan 20 Satgas yang siaga di pos itu selama 24 jam dengan sistem shift, 10 personel shift dari pagi sampai sore, kemudian 10 personel dari sore sampai pagi.

    "Jadi jauh sebelum merebaknya wabah Covid-19 ini, kita sudah mendirikan posko, fungsi posko saat lebih ditingkatkan dalam penanganan Covid-19 di Inhu," tutur Kalaksa.

    Satgas KPBD Inhu patroli pada salah satu titik rawan banjir di Inhu

    Selain penanganan Covid-19, posko bersama penanggulangan bencana selalu siaga terhadap bencana apapun juga, baik banjir, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlahut) serta bencana alam lainnya termasuk musibah kebakaran rumah penduduk dan korban tenggelam disungai.
    Tidak hanya menunggu laporan, Satgas posko secara rutin melakukan patroli terhadap daerah rawan Kerhutla serta rawan bencana.

    Disela-sela kesibukan penanganan Covid-19, KPBD juga rutin memantau titik api dan hotspot lewat aplikasi Lancang Kuning yang bisa mengetahui dengan cepat titik api serta hotspot diwilayah Inhu.
    Bahkan lewat aplikasi itu, jika ada titik api atau hotspot maka seluruh Satgas bisa mengetahuinya karena aplikasi ini terkoneksi dengan android masing-masing Satgas, bahkan juga terhubung dengan pihak TNI dan Polri.
    Sehingga bisa langsung dilakukan penanganan.

    Kalaksa juga menjelaskan, saat ini jumlah Satgas pada KPBD Inhu sebanyak 105 orang, 26 diantaranya bertugas diseluruh Kecamatan di Inhu.

    "Sejauh ini jumlah Satgas dinilai cukup memadai, karena semua kegiatan bisa diselesaikan oleh Satgas tersebut dengan baik, jadi belum ada rencana penambahan," ucap Kalaksa yang dikenal baik hati ini (adv Diskominfo Inhu)



     
    Berita Lainnya :
  • Belum Tuntas Covid-19, KPBD Inhu Bersiap Untuk Penanganan Banjir
  •  

    Komentar Anda :